https://open.spotify.com/track/7vvjhCWjcnd61g1dQNLGBL?si=9bcdc13ed2e84563
—Walaupun aku nggak yakin, di awan sana ada jenis cinta yang seperti apa?
Sekarang aku sadar, ternyata tipe cerita yang aku suka itu melibatkan kostum-kostum cantik, cinta yang melintasi tiga kehidupan, dan bersedia mengorbankan diri demi sosok yang disayang.
Love in the Clouds menyediakan hampir semua itu untuk aku.
Di awal kita akan ketemu tokoh utama yang seorang dewa perang; putra mahkota yang ternyata perempuan. Seumur hidup menyamar untuk jadi kepanjangan tangan obsesi ibunya. Tujuh tahun berturut-turut memenangkan pertandingan hingga membawa berkah bagi seluruh rakyat, dan sekalinya kalah, dia dihina seperti penjahat perang yang nggak punya harga diri. Belum lagi, alasan dia gak menang itu karena dia diracuni; awalnya sih mikirnya oleh lawan tandingnya.
Tapi, apa iya?
Cinta datang karena terbiasa.
Cinta dan benci jaraknya setipis nadi.
Ming Yi mendekati Ji Bozai karena berharap bisa dapat penawar racun; pura-pura peduli. Keduanya sama aja: saling memanfaatkan. Sampai realita mengabur, dan baik Ming Yi maupun Ji Bozai lama-kelamaan mengaburkan definisi “pura-pura”.
Menikah demi misi.
Eh, cinta datangnya tanpa permisi.